Terdiam, berusaha menemukan pintu
Yang bawa ku pada pelukanMu
Mencari yang terindah
Dengan caraku sendiri
Aku hendak melangkah
Menuju tempat kediaman batinku
Namun ku tak menemukanMu
Aku menyerah
Hingga saatnya tiba
Aku hendak berpaling
Engkau memanggilku
Ini aku, dalam pelukanMu
Tanpa satupun persembahan
Yang sanggup kubanggakan
Namun Kau mengangkatku
Kau taruh aku, dalam pelukanMu
untuk ku bersandar melepas semua lelahku
Tanpa satupun kata yang sanggup ku ucapkan
Dengan seribu tetes air mata
Menitik tiada henti, tiada sebab
Saat Engkau menemukan aku
Engkau menemukan hatiku
Masuk dalam ruanganMu
Engkau temukan keberadaanku
Hatiku melonjak kegirangan
Seperti tidak pernah aku alami sebelumya
Ku menemukan tempat perteduhanku
Aku gemetar
Gemericiknya air, desiran angin
Suara yang sayup membuatku menatap
Yang Menetapkan masa depanku
Membuatku tersadar
Dari segala anganku dalam tidur panjangku
Betapa Engkau mempersiapkanku
Menuju masa depanku
03:24:10 16-06-2007
When i realized that there is no possible, World without God. Taken from a fresh moment of my life, this is really a true story of my life!
You made me a poet again!





