Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk
merusakkan kebiasaan yang baik.
Sering kali, kita berpikir bahwa ayat ini hanya berlaku jika kita hendak bergaul dengan orang-orang pemabuk, pencuri, pembunuh, dan sebagainya. Sering kali, saat ada seseorang yang hendak masuk dalam perkumpulan mereka untuk tujuan mulia, yaitu memberitakan kebenaran, maka kita menunjuk pada ayat ini, takut bahwa orang tersebut akan terseret pada kebiasaan yang salah.
Namun, tahukah anda, bahwa sebenarnya ayat ini berlaku untuk hal yang lebih dari sekedar jika kita bergaul dengan kelompok-kelompok yang saya sebut di atas. Sebenarnya, ayat ini berlaku bagi kita saat kita bergaul dengan siapa saja, baik itu orang yang kelihatannya baik, orang baik, sampai orang yang benar-benar kita yakini sebagai orang yang baik.
Kenapa? Karena pergaulan berbicara tentang kebiasaan. Saat kita bergaul dengan seorang perokok, lama-kelamaan kita juga akan memiliki kebiasaan merokok, karena kita mulai kompromi dengan kebiasaan tersebut. Begitu juga saat kita bergaul dengan orang-orang yang kelihatannya tidak jahat, dan memang sebenarnya tidak, namun orang-orang tersebut memiliki kebiasaan yang jelek. Sebut saja kebiasaan bergadang.
Saat kita bergaul dengan orang-orang dengan kebiasaan bergadang, lambat laun, kita terbiasa terseret untuk juga ikut bergadang, baik itu untuk nonton pertandingan sepak bola, bercengkrama, sampai main multiplayer. Apakah hal itu salah? Tidak! Tapi, apakah hal itu merusak kedisiplinan anda? Jika ya, tentu saja itu salah.
Kebiasaan baik sama seperti sebuah karakter. Sulit sekali untuk dipupuk dan dipelihara. Jadi jangan tukarkan kebiasaan baik anda dengan apapun juga!!!






