Seperti dikutip dari detikInet, akademisi dari University of the West of England menciptakan sebuah robot yang khusus didesain untuk merasakan emosi, seperti halnya manusia. Jika dipeluk, maka ia akan memberikan reaksi nyaman, dimana mata akan sedikit tertutup, nafasnya teratur dan denyut jantung akan melambat. Namun saat dihadapkan dengan kekerasan, ia akan merasakan ketakutan, dimana matanya akan tertutup, tangannya mengepal dan jantungnya akan berdegup dengan kencang.Mungkin yang perlu dipertanyakan adalah, apakah reaksi itu merupakan sebuah reaksi alamiah atau reaksi buatan. Maksudnya seperti ini. Jika manusia yang mengalami hal itu, maka hal itu adalah reaksi alamiah. Misalnya pada denyut jantung. Denyut jantung yang melambat adalah reaksi nyaman, dimana tubuh sedang tidak memerlukan suplai adrenalin yang terlalu banyak, karena adrenalin digunakan sebagai sumber energi saat seseorang dalam bahaya. Begitu juga sebaliknya, saat ketakutan, maka jantung akan berdenyut dengan kencang untuk mengantisipasi keharusan untuk melakukan reaksi secara cepat. Pertanyaanya, apakah robot itu juga mengalami reaksi seperti itu atau hanya dibuat-buat supaya mirip dengan manusia (karena pada dasarnya robot tidak perlu “jantung yang berdenyut”). Mungkin tidak perlu dibahas reaksi-reaksi lainnya, karena yang sedang ingin dibahas bukan hal ini.
Pertanyaanya, makin lama, dengan makin berkembangnya teknologi, keberadaan robot akan lambat laun menggantikan manusia. Bayangkan, bagaimana jadinya jika robot yang kita bahas ini digabungkan dengan robot AIBO yang terkenal memiliki gerakan seperti manusia atau robot NASA yang memiliki kemampuan pengelihatan yang super? Jawabannya adalah: kita akan mendapatkan kemampuan seorang manusia yang sempurna!
Nah, yang jadi masalah adalah, MAU DIKEMANAKAN MANUSIA? Seperti kita ketahui, tidak ada manusia yang sempurna. Jadi, jika dilihat dari segi kemampuan, tentu akan kalah. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah bumi ini kekurangan manusia, sehingga harus menciptakan robot seperti di film-film yang kita lihat? Sebuah pertanyaan yang harus segera dijawab oleh humanisme.
Saya pribadi lebih memilih untuk mengembangkan manusia daripada robot, sehingga buat saya, meskipun saya sangat tertarik dengan teknologi dan memang berkecimpung di bidang ini, tapi saya tidak tertarik untuk membahas sesuatu yang dapat menggantikan manusia.
Saya percaya bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna yang jika dimaksimalkan akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Jadi, daripada membuang-buang waktu, lebih baik menghabiskan waktu untuk berinteraksi dan mengembangkan kapasitas yang dimiliki oleh seorang manusia.
Bayangkan, jika manusia bisa membuat sebuah ciptaan yang menyerupai dirinya, betapa hebatnya Tuhan itu?
(Gambar dari detikinet.com)







ya itu sih sebenarnya adalah kemajuan teknologi ….
weehh udah pernah liat videonya tuh keren .. tapi kepalanya harus dipegangin kalo jalan .. keberatan kali ya auehauehauh
wes keren abis, bagus lagi robot bisa mirip manusia kayak diterminator, keren 🙂