Rumah di sebelah rumahku adalah rumah kosong yang hanya ditinggali oleh seekor anjing. Sang pemilik memilih untuk pindah rumah dan membiarkan untuk “menjaga” rumah tersebut. Kerajaannya memiliki luas sekitar 10 meter x 3 meter saja, alias cuma di halaman depan rumah. Entah apakah seekor anjing bisa masuk angin. Yang pasti, cukup kasihan.
Baru-baru ini, gang kami di”ganggu” oleh suara kucing kecil yang kelaparan. Entah dimana dia berada. Sampai sekitar 1 minggu, akhirnya suara itu berhenti. Tak disangka, sang anjing telah berbagi singgasana dengan kucing kecil. Makan nasi basi berdua juga tidur berdua. Bahkan, ada orang yang sempat melihat kedua makhluk tersebut bertengkar. Cukup lucu, karena setelah melihat seringai dari sang kucing, anjing tersebut malah kabur. Yang terakhir, bahkan sang anjing pun (maaf) menjilati sang kucing. Cukup romantis bukan?
Dari kejadian ini, ada 1 hal yang bisa kita dapatkan, bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Apapun itu, selalu layak diperjuangkan, asalakan kita tidak salah. Jadikanlah masalah sebagai pijakan untuk menemukan sebuah ide kreatif. Seperti sang kucing kecil yang tidak takut dengan seekor anjing yang berukurang 10x lipatnya, demikian juga kita harus melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda, sudut pandang seorang pemenang.
Semoga cerita ini dapat menjadi inspirasi buat teman-teman sekalian.
(Gambar dari home.att.net dan mayihaveacheeseburger.com)






nyo serius neh kamu punya tetangga yang jahat gt??ninggalin anjing dihalaman doang? huh…
awas kalo aku kesurabaya ..grrrrrrh!!
iya, ce.. hehehe.. serius ini… kacian banget tuh anjing, aku g pnh liat anjing dengan muka melas ky gt…
wah..kasihan banget tuch anjing..
kok bisa-bisanya ada orang yg tega ninggalin anjing dihalaman,,
(-__-)