Kita hidup di dunia ini benar-benar saling bergantung satu dengan yang lain. Manusia adalah homo homini socius. Artinya, manusia membutuhkan yang lain untuk dapat hidup. Ada beberapa orang yang kemudian ingin membuktikan diri bahwa prinsip homini socius ini salah. Aku tidak pernah ketemu sih dengan orang seperti ini, tapi dengar-dengar, ada sebuah penelitian tentang bayi yang benar-benar diisolasi dari dunia luar. Terbukti, bahwa bayi ini menjadi manusia yang memiliki kemampuan yang agak terbelakang.
Manusia butuh orang lain untuk belajar. Melalui orang tuanya mereka belajar berjalan, berbicara, etika dan tata krama, dan yang lain. Melalui lingkungan mereka belajar mengenai nilai-nilai yang ada untuk bersikap. Banyak hal yang lain.
Presiden membutuhkan rakyatnya untuk ada. Tidak ada pemerintahan yang sah tanpa rakyat. Begitu pula rakyat membutuhkan pemerintah untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Majikan membutuhkan pembantu-pembantunya untuk mengurus segala keperluan di sekitarnya. Pembantu pun membutuhkan majikan untuk hidupnya. Manusia membutuhkan alam untuk hidup dan alam membutuhkan manusia untuk terus berkembang.
Namun, sifat manusia yang serakah, homo homini lupus, membuat segala yang ada di sekitarnya menjadi rusak. Manusia merusak alam untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya. Padahal kehidupan mereka sangat tergantung oleh alam. Manusia merusak sesamanya untuk keuntungannya sendiri. Sebuah pembelajaran pada manusia sering tertuang pada buku, artikel maupun film, seperti yang baru-baru ini muncul, “The Day When The Earth Stood Still”, “Transformers” dan sebagainya.
Pada film-film semacam itu, seringkali disebutkan bahwa manusia adalah peradaban yang “sedang berkembang”. Biasanya sesuatu yang sedang berkembang akan memakan segala sesuatu yang ada di sekitarnya untuk ‘membiayai’ perkembangannya.
Di akhir setiap film itu, pasti ada sebuah pembelajaran berharga akan pentingnya menjaga relasi dengan alam. Namun, nyatanya tidak hanya dengan alam yang harus dijaga, tapi semua hal. Itulah pentingnya etika. Bagi seorang mahasiswa, seringkali pelajaran etika menjadi sebuah pelajaran yang membosankan dan tidak diperhitungkan. Mungkin, itulah penyebab kenapa banyak sekali manusia yang begitu tidak menghormati hak-hak orang lain dan sekitarnya. Sebuah pelajaran berharga akan datang juga saat tiba-tiba alam ‘marah’ dan menyebabkan berbagai bencana. Akhirnya penyesalan -yang selalu datang terlambat- pun tiba.
Manusia dan hubungan adalah seperti air dalam gelas. Tanpa hubungan, manusia akan hancur. Oleh karena itu, kita harus benar-benar menghargai setiap hubungan yang kita jalani. Hubungan dengan sesama, manusia, apalagi dengan Tuhan. Manusia yang berhasil adalah manusia yang menghargai hubungan sebagai anugerah yang dia miliki.
Bersikap sopan, kata-kata yang tidak menyakiti hati, hal-hal ini adalah sesuatu yang sebenarnya tidak susah untuk dilakukan, tapi seringkali ego manusia membuat hal ini susah untuk dilakukan. Padahal dengan menolak untuk melakukan hal ini, tidak ada untungnya bagi kita. Semoga hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.
(Inspired by ‘good alien movies’ mentioned above)
(Image from www.shockya.com)






Tak ada shout box nya? BLOg yg bagus 🙂