Ada 1 hal yang harus manusia mengerti bahwa kesuksesan tidak diukur dari seberapa banyak yang dia dapatkan atau seberapa banyak yang dia miliki. Namun, kesuksesan akan diukur dari seberapa banyak anak didik yang dihasilkan. Penilaian ini terjadi secara natural, baik dari luar ataupun dari dalam, dimana jika seseorang melakukan hal ini, maka tidak ada orang lain yang dapat menyangkal bahwa seseorang tersebut telah mencapai kesuksesan. Di satu sisi yang lain, ada manusia yang mengklaim telah mendapatkan banyak hal dalam hidup ini, kekayaan, jabatan dan sebagainya, tapi banyak dari mereka masih merasa kosong. Terbukti, banyak orang yang bunuh diri, selain karena terkena masalah, tapi juga justru karena tidak ada masalah sama sekali.
Ya, jauh dalam lubuk hati manusia, ia merasa butuh untuk memberikan sesuatu buat orang lain. Itulah kenapa, tiap manusia harus mulai mengambil bagian untuk menjadi bapa, pemimpin bagi orang lain. Menjadi bapa berarti memberikan hidupnya buat orang lain. Berani untuk membuka dirinya dan mengorbankan apa yang dia miliki untuk pertumbuhan ‘anak’nya.
Justru saat seseorang mengambil bagian untuk membapai, maka secara tidak sadar, bagian-bagian kosong dalam hidupnya menjadi terpenuhi. Itulah mengapa, orang-orang seperti Bunda Theresa, Florence Nightingdale, dan banyak yang lain, merasa bahwa apa yang mereka lakukan bukanlah sesuatu yang berat, meskipun mereka menghadapi banyak masalah dan tantangan, bahkan ancaman kematian.
Memang, manusia tidak cukup hanya diselamatkan dari kerajaan kegelapan, ditebus dari dosa, tapi juga untuk mengambil bagian dalam pekerjaan sesungguhnya untuk melakukan apa yang Tuhan mau, yaitu untuk menjadikan segala banga muridNya, dan juga berada pada proyek kudusNya untuk mendatangkan kerajaan Allah di dunia, dengan memberi kasih dalam dirinya kepada orang lain. Tanpa pengertian akan hal ini, manusia tidak akan pernah merasa puas dalam hidupnya.
(Gambar dari jfpattinasarany.files.wordpress.com dan headhearthand.com)






