“Namun jika imam ini mempersembahkan korban untuk selamanya demi menebus dosa, Dia duduk di sebelah kanan Allah” (Ibr 10:12 NIV)
Saat kita meninjau kembali segala perabot yang ada di ruang kudus Kemah Suci, kita akan melihat adanya meja-meja, lampu-lampu, dan roti. Namun, kita tidak akan mendapati adanya kursi. Mengapa? Hal ini karena Kemah Suci adalah tempat para imam bekerja, selalu keluar masuk, selalu bergerak dan melakukan tugasnya. Tugas para imam ini tidak akan pernah habis.
Namun, berbeda dengan apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus. Dia telah mempersembahkan diriNya sendiri untuk selamanya demi menebus semua dosa, termasuk dosa kita. Dia duduk. Dia telah melakukan tugasNya, sekali untuk selamanya. Tersedia kemenangan yang menentukan dan sekarang Ia duduk bersama BapaNya, menyaksikan hasil dari kemenanganNya atas iblis.
Artinya, jika Yesus saat ini dapat duduk di hadirat Allah, demikian juga kita harus dapat melakukan yang sama. Ingat, kita sudah menerima korban keselamatanNya sebagai milik kita sendiri. Kita tidak perlu melakukan apapun untuk menambahkan sesuatu ke dalamnya. Hanya berada dekat dengan Allah, itulah yang dapat kita lakukan, karena tujuan penebusan dosa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus pun adalah untuk mengembalikan hubungan antara Allah dengan manusia. Jangan sia-siakan itu.
(Disadur dari buku Focus on Jesus oleh Donald R. Jacobs)





