Menangisi Dosa Bangsa

Yehezkiel 9:4  Firman TUHAN kepadanya: “Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.”

Saat pembacaan alkitabku kembali ke Yehezkiel, ada peristiwa yang cukup unik yang terjadi di sana. Kalau sempat, coba baca mulai pasal 8-9. Di sini Yehezkiel mendapatkan sebuah pengelihatan tentang kondisi bangsa Israel, dimana mereka telah melakukan hal-hal yang bahkan lebih menyakiti hati Tuhan dibandingkan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Salah satunya adalah menangisi dewa Talmus, dimana dewa Talmus adalah salah satu dewa kesuburan, dan saat musim gugur, dianggap sebagai kematian kesuburan, sehingga rakyat harus menangisi kematian dewa ini.

Seluruh Israel telah menyakiti hati Tuhan, sehingga Tuhan hendak menghukum bangsa Israel. Tetapi ada hal yang cukup unik pada ayat di atas. Ternyata ada orang-orang yang berkeluh kesah terhadap segala perbuatan keji yang dilakukan bangsa Israel. Definisi spesifik dari orang-orang yang berkeluh kesah ini adalah orang-orang yang tidak mengikuti apa yang dilakukan oleh orang Israel, tapi tetap menjaga kehidupannya secara benar, dan yang menangisi kondisi dan keadaan bangsanya.
Dan dikatakan di sini, orang-orang ini akan diberi tanda huruf T, dalam bahasa Ibrani adalah taw, abjad terakhir pada alfabet Ibrani yang berbentuk salib. Di sini jelas sekali bahwa salib sudah digunakan sejak sebelum jaman Tuhan Yesus sebagai simbol keselamatan. Dan orang-orang yang dilewatkan dari penghukuman itu adalah orang-orang yang memiliki hati terhadap bangsanya. Bahkan ada peristiwa yang cukup unik, yaitu pada ayat 6.

Yehezkiel 9:6  Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!” Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

Penghukuman dimulai dari tempat kudus Tuhan. Ya, kepada setiap orang yang punya hubungan dengan Tuhan, kepadanya dituntut secara lebih untuk berbuat sesuatu untuk bangsanya. Jika mereka lalai, kepadanya terlebih dulu lah Tuhan akan menuntut keadilan.

 

Jika kita melihat keadaan bangsa kita, kita akan menemui pemandangan yang sungguh tidak berbeda dengan keadaan bangsa Israel pada jaman itu. Pastinya, Tuhan tidak menjadi penguasa atas bangsa ini. Itulah mengapa, orang-orang Kristen, orang-orang yang mengaku percaya kepada Tuhan, mereka harus melakukan sesuatu untuk bangsa ini, bukan hanya acuh tak acuh dan mengurusi urusan pribadinya saja.
Setidaknya, berkeluh kesahlah. Hal inilah yang menjadi rhema dalam hidupku. Ternyata hanya dengan mengadukan keadaan bangsa ini kepada Tuhan, kita telah melakukan sesuatu untuk bangsa ini. Ini adalah langkah awal dan minimal dan sangat mudah untuk kita lakukan. Seandainya hal inipun tidak dapat kita lakukan, maka secara serius kita harus memikirkan kembali, apakah kita adalah seorang Kristen? Karena seorang Kristen pastilah orang yang melakukan sesuatu untuk kesejahteraan bangsanya.

Daniel 11:32  Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.

(Gambar dari wordpress.com dan blogspot.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *