Ada satu rumusan baru yang harus selalu kukatakan kepada diriku. Bahkan jika itu membuatku menjadi tidak populer, alias tidak terlihat baik di mata orang lain. Tapi hal ini adalah satu-satunya hal yang selalu ada pada tiap orang yang tidak mau menyerah pada keadaan, dan satu-satunya kunci yang akan selalu manjur bagi setiap orang yang sukses. Idealisme!
Mungkin hal ini akan membuatku tidak mengikuti banyak acara yang menyenangkan, ataupun membuatku bergesekan dengan orang lain, ataupun membuatku harus berhenti menjadi “Mr. Nice Guy” yang menyenangkan dan terlihat tidak bermasalah di mata orang lain. Tapi, demi sebuah idealisme, mungkin hal itu layak untuk dilakukan.
Aku pernah menyerah untuk mengikutinya. Dan yang kudapati adalah, diriku yang mungkin terlihat baik, tapi aku tidak pernah puas terhadapnya. Entah kenapa, tapi harus kuakui, hatiku berontak terhadap keadaan itu. Setelah beberapa lama kucari, akhirnya aku menemui. Aku tidak lagi memiliki idealisme. Terima kasih buat blognya nophie yang mengingatkanku.
Idealisme hampir sama pentingnya dengan tujuan hidup. Setidaknya bagiku saat ini. Karena idealisme seperti rel yang memaksa kita untuk tetap berada di jalan yang benar. Itu jika idealisme kita benar. Dan bagi orang muda, idealisme adalah sesuatu yang patut dijaga. Itu yang membuatnya mencapai apa yang akan dia cari selama hidupnya. Dan idealisme harus dijalani sama pentingnya dengan memiliki hidup yang penuh percaya diri, percaya pada kemampuan yang Tuhan beri, percaya kepada kata hati, dan yang terpenting percaya kepada Tuhan. Itulah yang membuat idealisme kita tetap benar.
Dan idealismeku akan membuatku tidak lagi berada pada garis yang nyaman. Dimana aku menjadi orang yang akan selalu berkata “Yes sir” kepada orang lain begitu saja. Idealismeku akan menuntunku kepada sesuatu yang selama ini selalu aku hindari. Masalah dan halangan baru, dan mungkin dijauhi oleh beberapa orang. Tidak masalah bagiku. Setidaknya, masalah yang kuhadapi adalah masalah yang layak untuk dihadapi, bukan sesuatu seperti “ketidakpuasanku terhadap diriku” karena aku selalu melakukan tindakan “berusaha untuk menjadi orang lain”. Ataupun dijauhi orang. Toh selama ini aku tidak pernah punya orang yang begitu berarti bagiku (kecuali satu orang). Setidaknya selama ini.
(Gambar dari motifake.com dan blogspot.com)







