Percaya Diri

Dalam kehidupan kita, ada satu sisi yang selalu akan dilihat orang. Performance atau kinerja kita. Di Alkitab, istilah itu seringkali diibaratkan dengan kata ‘buah’. Sama seperti pohon tanpa buah yang tidak akan ada gunanya, demikian seorang manusia tanpa kinerja yang baik. Ternyata, dalam kehidupan kita, kita selalu dituntut untuk menghasilkan sesuatu yang baik, sehingga akhirnya hal itu dapat dinikmati oleh orang lain. Dan dalam hal itulah kita akan memuliakan Allah, yaitu saat buah kita baik.
Dan lucunya kinerja sangat berkaitan dengan kepercayaan. Baik percaya pada diri sendiri maupun pada orang lain. Sebuah hal yang aku dapatkan lewat refleksiku setelah permainan-permainan futsal yang aku lakukan. Sadar atau tidak sadar, seorang yang tidak punya kepercayaan diri tidak akan mampu untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ini mutlak dan banyak contoh yang terjadi. Begitu juga dalam kerja tim. Seseorang yang tidak mempercayai temannya, sehebat apapun dia, tidak akan menang dari tim yang kompak.
Ternyata, banyak hal dalam kehidupan kita memiliki kunci pada hal mental. Tak salah ada perkataan bahwa yang menentukan keberhasilan adalah 1% skill dan 99% karakter. Dan percaya diri memiliki hubungan dengan gambar diri kita. Apakah kita tahu bahwa di dalam diri kita telah Tuhan taruh segala potensi yang besar untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar? Karena Ia telah menciptakan kita menurut gambar dan rupaNya.
Kepercayaan diri akan membantu kita untuk berfokus terhadap apa yang sedang kita lakukan. Dengan adanya kepercayaan diri, kita akan terhindar dari pemikiran-pemikiran “apakah saya mampu?” yang tentu saja jika terus ada akan menyita waktu dan tenaga kita. Bayangkan saja, waktu seorang pemain bola sedang menggiring bola, dan ia memiliki pemikiran itu. Maka konsentrasinya akan terpecah dan akhirnya bola jadi mudah direbut lawan.
Sama seperti mesin, maka kepercayaan diri adalah oli yang akan membuatnya berjalan dengan baik. Sehebat apapun kita, tanpa sebuah kepercayaan diri, maka kita tidak akan menghasilkan kinerja yang terbaik. Pastikan diri kita memiliki kinerja yang terbaik melalui kepercayaan, bahwa kita mampu untuk melakukannya, karena Allah telah memampukan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *