Dan kata kuncinya terletak pada keberanian kita untuk mencoba. Keberanian kita untuk melangkah. Keberanian kita untuk keluar dari zona nyaman yang kita miliki. Mungkin kita sudah merasa cukup dengan keadaan kita. Tapi aku percaya rencana Tuhan jauh lebih besar dari yang pernah kita duga. Keberanian tidak berarti ceroboh, tetapi maju dengan rencana. Gagal adalah konsekuensinya. Tetapi jika kita takut gagal, maka kita juga tidak akan pernah sukses.
Courage is not the absence of fear, but rather the judgement that something else is more important than fear. -Ambrose Redmoon
Bagi orang-orang tertentu, mungkin bukan hal yang sulit untuk bersikap berani menghadapi tantangan. Tapi ada juga orang-orang yang cenderung menarik diri, sampai dia menemukan strategi terbaik baru ia berani untuk maju. Sebagian yang lain malah hanya melihat saja tanpa pernah melakukan sesuatu. Namun kita butuh untuk memiliki keberanian untuk menjawab tantangan dan peluang yang ada di depan kita. Dan hal ini tidak berarti tergesa-gesa. Pada saat (baca: momentum) yang tepat, daya ledak yang kita miliki untuk mencapai tujuan kita akan sangat besar. Dan aku menjadi saksi bagaimana kekuatan sebuah momentum mampu untuk membuat seseorang melompat tinggi.
Namun menjadi saksi tidaklah cukup. Kita harus mengalaminya sendiri pada kehidupan kita, karena kita semua memiliki tujuan hidup spesifik yang telah Tuhan tetapkan. Meskipun melatih keberanian adalah hal yang sulit, namun setidaknya kita harus memiliki kesadaran untuk tidak pernah tinggal di dalam kenyamanan kondisi kita saat ini dan berani untuk menggapai peluang yang ada.
(Gambar dari pjlighthouse.com dan wordpress.com)







