Suatu kali, Tuhan bilang “coba kau buat sebuah lagu untukku seperti mazmur Daud.”
Kujawab, “aku ubah Mazmur yg sudah ada jadi mazmur yg lebih modern aja yah. Kan dulu Daud kerjanya jadi gembala, jamanku smuanya serba elektronik.” Dia tak menjawabku, tapi aku bisa merasakan senyumanNya tanda setuju. Lalu aku mulai menggubah beberapa syair. “seperti komputer butuh listrik, begitu pun jiwaku butuh Engkau.” Sahutku mengubah mazmur Daud tentang domba yg rindu air.
‘kalau laptop?’, tanyaNya. “laptop sih bisa pakai baterai, tapi baterai kan juga menghasilkan listrik”, sahutku tak mau kalah, “jangankan laptop, semua gadget modern kan juga gitu, tapi tetap saja itu namanya pakai listrik. Bukan cuma gadgetnya kan, orang kristen modern juga kok. Mereka merasa cukup bertemu denganku beberapa hari sekali, bahkan kalau perlu setahun 2x saja, sisanya mereka hidup mengandalkan baterai yang menurut mereka sudah menyimpan kehadiranKu.”
Kata-kata itu cukup membuatku terhenyak, terdiam, dan berpikir. Kadang di tengah kesibukanku, aku pun termasuk orang yg begitu. Tidak merasa perlu bertemu Tuhan setiap saat, hanya ketika baterainya habis saja; persis seperti handphone yang hanya perlu dicharge 2-3 hari sekali.
Dunia ini memang berubah dengan cepat, segalanya dibuat lebih instan dan praktis. Barang-barang elektronik diharapkan semuanya bisa memiliki tenaga cadangan yang mumpuni. Bahkan belakangan mulai beredar mobil tenaga listrik, dimana listriknya sebenarnya sudah disimpan dulu ke dalam semacam baterai. Mungkin juga ke depan kita akan melihat lebih banyak lagi benda dengan baterai.
Namun apakah kita bangga jika kita menjadi orang kristen yg juga pakai baterai? Tidakkah kita rindu untuk ketemu dengan Tuhan setiap saat? Bukankah perintah yg pertama adalah kasihilah Tuhan Allahmu, yang berarti kalau kita mengasihi harusnya kita memiliki kerinduan padaNya?
Guest Post By Tiofilus Teguh Sutanto
(Gambar dari berbagai sumber)
Note By Leipzic:
Jika kita adalah sebuah gadget, maka Tuhan adalah sumber listriknya. Meskipun tidak secara tepat mengambarkan porsi Tuhan sebagai pencipta kita, setidaknya kita tahu bahwa gadget hanya akan berfungsi jika terus dialiri oleh listrik. Kita tidak akan berfungsi tanpa Tuhan dalam hidup kita. Jangan pernah tinggalkan Tuhan karena alasan apapun.






Baterai Kehidupan
[…] secara berkala diisi kembali, atau lebih dikenal dengan istilah recharge. Mungkin anda bisa membaca artikel berikut mengenai hal […]