- Fokus kepada pribadinya. Artinya, saat menegur, jangan berfokus pada diri kita sendiri dan ingin membuat orang lain serasa
kalah. Hal ini akan membuat teguran mengarah menjadi adu argumen dan akhirnya hanya berakibat sia-sia. - Jangan berfokus kepada pribadinya. Jangan bingung. Artinya, kita harus menemukan cara menegur yang tidak menyakiti hatinya. Artinya, kita tidak ‘menyerang’ pribadi orang itu, tetapi kesalahan orang itu.
- Sebelum anda bersiap menegur seseorang, milikilah kasih kepada orang tersebut. Ada satu prinsip yang sangat penting dan sebenarnya merupakan sebuah aturan. Jika anda tidak kenal dengan orang tersebut, jangan tegur dia karena itu hanya akan berakibat dia akan membentengi dirinya. “Siapa loe?” mungkin kata-kata itu yang akan muncul di benaknya. Lebih baik kita meminta orang lain yang dia kenal untuk menegurnya.
- Carilah kata-kata yang pantas untuk diucapkan. Sebenarnya, jika ketiga prinsip sebelumnya sudah diterapkan, maka kata-kata yang keluar dari mulut kita pasti adalah kata-kata teguran yang baik.
- Tidak penting siapa yang menang siapa yang kalah. Artinya, jika teguran kita tidak diindahkan, hal ini tidak penting. Sama seperti Yehezkiel 33:8-9 berkata “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! –dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. “
(Gambar dari istockphoto dan shutterstock)
Pages: 1 2






